Anonim
Pakar keuangan · Financer


Mau pinjam uang dari bank tapi bingung soal bunga? Kamu tidak sendirian. Bunga pinjaman bank adalah hal pertama yang harus dipahami sebelum menandatangani perjanjian kredit.
Bunga ini menentukan total uang yang harus kamu bayar kembali. Salah pilih jenis bunga, dan kamu bisa membayar jutaan rupiah lebih mahal dari yang seharusnya.
Di artikel ini, kita bahas tuntas apa itu bunga pinjaman bank, 5 jenisnya, cara menghitungnya, dan daftar Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) terbaru dari bank-bank besar di Indonesia.
Bunga pinjaman bank adalah biaya yang dibebankan oleh bank kepada peminjam sebagai imbalan atas penggunaan dana yang dipinjam. Sederhananya, ini adalah "harga sewa" uang.
Bunga dihitung sebagai persentase dari jumlah pinjaman dan dibayar bersamaan dengan cicilan pokok setiap bulannya. Besarannya dipengaruhi oleh suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), jenis pinjaman, tenor, dan profil risiko peminjam.
Per Januari 2026, BI Rate berada di level 4,75%. Angka ini menjadi acuan bagi semua bank komersial dalam menentukan suku bunga kredit mereka.
Ada 5 jenis bunga pinjaman bank yang umum digunakan di Indonesia. Masing-masing punya cara perhitungan dan karakteristik yang berbeda.
Bunga tetap adalah bunga yang besarnya tidak berubah selama masa pinjaman. Meskipun suku bunga pasar naik atau turun, angsuran kamu tetap sama dari awal hingga akhir.
Jenis ini paling populer untuk KPR pada periode awal (biasanya 1-5 tahun pertama) dan KTA jangka pendek.
Bunga mengambang mengikuti pergerakan suku bunga pasar. Jika BI Rate turun, bunga pinjaman kamu juga ikut turun, dan sebaliknya.
Bank biasanya menerapkan floating rate setelah periode bunga tetap berakhir. Misalnya, KPR dengan bunga tetap 3 tahun pertama, lalu floating mulai tahun ke-4.
Temukan pinjaman online terbaik hanya dalam beberapa menit lewat perbandingan kami.
Bandingkan semua pinjaman sekarangBunga flat dihitung dari total pokok pinjaman awal, bukan dari sisa utang. Artinya, bunga per bulan selalu sama karena dihitung berdasarkan jumlah pinjaman di awal.
Jenis ini sering dipakai untuk pinjaman konsumtif seperti KTA dan kredit kendaraan bermotor.
Bunga efektif dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman yang belum dibayar. Semakin banyak cicilan yang sudah kamu bayar, semakin kecil bunga yang dikenakan.
Metode ini dianggap paling adil bagi peminjam karena mencerminkan biaya pinjaman yang sesungguhnya. OJK mewajibkan bank untuk menyampaikan suku bunga efektif kepada nasabah.
Bunga anuitas adalah modifikasi dari bunga efektif. Tujuannya agar total cicilan bulanan (pokok + bunga) tetap sama setiap bulan, meskipun komposisi pokok dan bunga berubah.
Di awal masa pinjaman, proporsi bunga lebih besar dan pokok lebih kecil. Seiring waktu, proporsi ini berbalik. Metode ini paling banyak digunakan oleh bank di Indonesia untuk KPR dan KTA.
Memahami cara menghitung bunga pinjaman membantu kamu membandingkan penawaran dari berbagai bank. Berikut rumus dan contoh perhitungan untuk 3 metode yang paling umum.
Bunga per bulan = (Pokok Pinjaman x Suku Bunga x Tenor) / (Jumlah Bulan x 12)
Contoh: Kamu meminjam Rp60.000.000 dengan bunga flat 10% per tahun selama 3 tahun (36 bulan).
Bunga per bulan = Sisa Pokok Pinjaman x (Suku Bunga / 12)
Contoh: Pinjaman Rp60.000.000 dengan bunga efektif 10% per tahun selama 36 bulan.
Bunga menurun setiap bulan karena dihitung dari sisa pokok yang terus berkurang.
Cicilan per bulan = [P x r x (1+r)^n] / [(1+r)^n - 1]
Dimana P = pokok pinjaman, r = suku bunga per bulan, n = jumlah bulan.
Contoh: Pinjaman Rp60.000.000 dengan bunga anuitas 10% per tahun selama 36 bulan.
Cicilan bulanan tetap sama, tapi komposisi bunga dan pokok berubah setiap bulan.
Besaran bunga pinjaman yang kamu dapatkan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:
Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) adalah suku bunga terendah yang menjadi acuan bank dalam memberikan kredit. SBDK dihitung dari 3 komponen: Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK), Biaya Overhead, dan Margin Keuntungan.
SBDK belum termasuk premi risiko individual, jadi bunga akhir yang kamu terima bisa lebih tinggi tergantung profil kreditmu.
Berikut daftar SBDK dari bank-bank besar di Indonesia per awal 2026:
| Bank | Korporasi | Ritel | KPR | Non-KPR |
|---|---|---|---|---|
Bank BCA | 7,90% | 8,10% | 7,20% | 5,96% |
Bank Mandiri | 8,00% | 8,25% | 7,30% | 8,75% |
Bank BRI | 8,05% | 8,30% | 7,25% | 8,75% |
Bank BNI | 8,00% | 8,25% | 7,30% | 8,80% |
Bank BTN | 8,10% | 8,35% | 7,40% | 8,90% |
CIMB Niaga | 8,15% | 8,40% | 7,50% | 9,00% |
Bank Danamon | 9,00% | 9,25% | 8,50% | 9,50% |
OCBC NISP | 9,00% | 9,25% | 8,80% | 9,80% |
Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan kamu memahami plus-minusnya agar keputusan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialmu.
Ingin bunga serendah mungkin? Berikut strategi yang bisa kamu terapkan:
Bandingkan penawaran dari minimal 3 bank
Setiap bank punya kebijakan bunga yang berbeda. Gunakan perbandingan pinjaman online untuk melihat penawaran terkini dari berbagai bank dan fintech.
Jaga skor kredit tetap baik
Cek status SLIK OJK kamu secara berkala. Riwayat kredit bersih tanpa tunggakan akan membuatmu mendapat penawaran bunga lebih rendah.
Siapkan agunan jika memungkinkan
Pinjaman dengan jaminan (seperti KPR atau kredit multiguna) punya bunga jauh lebih rendah dibanding pinjaman tanpa agunan (KTA). Selisihnya bisa 5-10%.
Pilih tenor yang tepat
Tenor pendek berarti cicilan besar tapi total bunga kecil. Tenor panjang berarti cicilan ringan tapi total bunga membengkak. Cari keseimbangan yang sesuai kemampuanmu.
Negosiasi dengan bank
Untuk pinjaman besar (di atas Rp500 juta), kamu bisa mencoba negosiasi bunga, terutama jika kamu sudah menjadi nasabah lama atau memiliki penghasilan stabil.
Bunga pinjaman bank di Indonesia bervariasi tergantung jenis kredit. Per awal 2026, SBDK untuk KPR berkisar 7,20-8,80%, kredit korporasi 7,90-9,00%, dan ritel 8,10-9,25%. Bunga akhir yang didapat nasabah biasanya 1-5% lebih tinggi dari SBDK karena ada premi risiko.
Ada 3 metode utama: bunga flat (dihitung dari pokok awal), bunga efektif (dihitung dari sisa pokok), dan bunga anuitas (cicilan tetap dengan komposisi berubah). Untuk pinjaman Rp60 juta dengan bunga 10% selama 3 tahun, total bunga flat sekitar Rp18 juta, sedangkan bunga anuitas hanya sekitar Rp9,6 juta.
Bunga flat dihitung dari total pokok pinjaman awal sehingga cicilan tetap sama setiap bulan. Bunga efektif dihitung dari sisa pokok yang belum dibayar sehingga bunga menurun setiap bulan. Total bunga efektif selalu lebih murah dibanding bunga flat untuk jumlah pinjaman dan tenor yang sama.
SBDK Bank BRI per awal 2026: korporasi 8,05%, ritel 8,30%, KPR 7,25%, dan non-KPR 8,75%. Untuk KUR BRI, bunga bisa lebih rendah sekitar 6-8% efektif karena mendapat subsidi pemerintah.
Ya, dalam beberapa kasus. Untuk pinjaman besar (di atas Rp500 juta), nasabah lama dengan riwayat kredit baik, atau jika kamu menyediakan agunan bernilai tinggi, bank biasanya bersedia memberikan bunga lebih rendah dari penawaran standar.
Bandingkan SBDK dari minimal 3 bank, perhatikan jenis bunga yang diterapkan (flat, efektif, atau anuitas), hitung total biaya pinjaman termasuk biaya administrasi dan provisi, dan pastikan kamu meminta simulasi cicilan lengkap sebelum menandatangani perjanjian kredit.
SBDK adalah suku bunga terendah yang menjadi acuan bank dalam memberikan kredit. Dihitung dari 3 komponen: Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK), Biaya Overhead, dan Margin Keuntungan. SBDK dipublikasikan oleh OJK dan wajib ditampilkan oleh setiap bank. Bunga akhir nasabah biasanya lebih tinggi dari SBDK karena ada tambahan premi risiko.
Punya pertanyaan tentang topik ini? Tanyakan pada komunitas.
Email terkonfirmasi. Komentar Anda muncul setelah ditinjau.
Tautan sudah kedaluwarsa. Kirim komentar Anda lagi.
Anonim
Pakar keuangan · Financer
Bandingkan pemberi pinjaman terbaik
mulai dari 1,75% APR
11 opsi
Gratis · Tanpa kewajiban
Lihat tarif sayaBandingkan pemberi pinjaman terbaik
mulai dari 1,75% APR
11 opsi
6 menit bacaPinjaman
9 menit bacaPinjaman
9 menit bacaPinjaman
19 menit bacaPinjaman
10 menit bacaPinjaman
Yuk, berlangganan *Financer Stacks* panduan keuangan mingguan yang membantu Anda menguasai dasar-dasar keuangan, meningkatkan pendapatan tambahan, dan menciptakan kehidupan di mana uang bekerja untuk Anda. Gratis!