Anonim
Pakar keuangan · Financer
Rp 50.000Tahunan→Rp 52.500Tahunan
Rp 2.500Kenaikan per tahun
Gaji baru: Rp 52.500 | Kenaikan: 5.00%
Penghasilan tambahan kumulatif selama 10 tahun
| Periode | Saat ini | Baru | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Per jam | Rp 24 | Rp 25 | Rp 1 |
| Mingguan | Rp 962 | Rp 1.010 | Rp 48 |
| Dua mingguan | Rp 1.923 | Rp 2.019 | Rp 96 |
| Bulanan | Rp 4.167 | Rp 4.375 | Rp 208 |
| Tahunan | Rp 50.000 | Rp 52.500 | Rp 2.500 |
Gaji bruto sebelum pajak dan potongan. Dua mingguan = 26 periode pembayaran per tahun (bukan setengah bulanan).
Kalkulator kenaikan gaji membantu Anda menghitung berapa gaji Anda naik, baik dalam rupiah maupun persen. Masukkan gaji lama dan gaji baru, lalu hasilnya muncul seketika. Pakai sebelum negosiasi gaji, saat menimbang tawaran kerja baru, atau ketika ingin tahu apakah kenaikan tahunan Anda sudah masuk akal.
Masukkan gaji saat ini
Isi gaji pokok Anda sekarang, biasanya per bulan. Gunakan angka kotor (sebelum potongan) supaya perhitungan konsisten.
Masukkan kenaikan
Pilih cara yang Anda punya datanya: isi persentase kenaikan (misal 8%) atau langsung isi gaji baru yang ditawarkan.
Lihat hasilnya
Kalkulator menampilkan nominal kenaikan dalam rupiah, persentasenya, dan total gaji baru Anda.
Rumusnya sederhana. Kenaikan dalam rupiah adalah gaji baru dikurangi gaji lama. Persentasenya adalah nominal kenaikan dibagi gaji lama, lalu dikali 100.
Misalnya gaji Anda sekarang Rp6.000.000 dan naik jadi Rp6.480.000. Selisihnya Rp480.000. Persentase kenaikannya: (480.000 / 6.000.000) × 100 = 8%.
Artinya gaji Anda bertambah Rp480.000 per bulan, atau sekitar Rp5.760.000 dalam setahun.
Kalau yang Anda tahu cuma persennya, balik saja rumusnya. Gaji baru = gaji lama × (1 + persen kenaikan).
Contoh: gaji Rp8.000.000 dapat kenaikan 7%. Hitungannya Rp8.000.000 × 1,07 = Rp8.560.000. Berarti ada tambahan Rp560.000 setiap bulan.
Cara ini berguna saat HRD menyebut angka persen tapi belum memberi rincian gaji barunya.
Angka di kalkulator ini adalah kenaikan kotor. Yang benar-benar masuk rekening biasanya lebih kecil.
Gaji yang lebih tinggi ikut menaikkan potongan pajak penghasilan (PPh 21) dan iuran BPJS. Jadi tambahan bersih yang Anda bawa pulang tidak sepenuhnya sebesar angka kotornya.
Inflasi juga berperan. Kalau gaji naik 5% sementara harga kebutuhan naik 4%, daya beli Anda hanya bertambah sekitar 1%. Kenaikan yang terlihat besar di kertas belum tentu besar di dompet.
Kurangi gaji baru dengan gaji lama untuk mendapat nominal kenaikan. Lalu bagi hasilnya dengan gaji lama dan kalikan 100. Contoh: naik dari Rp6.000.000 ke Rp6.480.000 berarti (480.000 / 6.000.000) × 100 = 8%.
Tidak ada angka pasti karena tergantung perusahaan, kinerja, dan kondisi industri. Banyak perusahaan meninjau gaji setahun sekali dan mengaitkannya dengan inflasi serta penilaian kinerja. Sebagai patokan kasar, kenaikan yang sehat setidaknya mengimbangi laju inflasi agar daya beli Anda tidak turun.
Umumnya ya. Gaji yang lebih tinggi bisa menambah pajak penghasilan (PPh 21) dan iuran BPJS yang dihitung dari gaji. Karena itu kenaikan bersih yang Anda terima sering lebih kecil dari angka kotornya. Aturan dan tarifnya bisa berubah, jadi cek slip gaji atau tanya HRD untuk angka pastinya.
Kenaikan nominal adalah tambahan rupiah yang tertera di slip gaji. Kenaikan riil adalah nilai tambahan itu setelah dikurangi inflasi. Kalau gaji naik 6% tapi inflasi 4%, kenaikan riil Anda hanya sekitar 2%.
Kalikan gaji lama dengan (1 + persen kenaikan dalam desimal). Misalnya gaji Rp8.000.000 naik 7%, maka Rp8.000.000 × 1,07 = Rp8.560.000.
Punya pertanyaan tentang topik ini? Tanyakan pada komunitas.
Email terkonfirmasi. Komentar Anda muncul setelah ditinjau.
Tautan sudah kedaluwarsa. Kirim komentar Anda lagi.
Anonim
Pakar keuangan · Financer
Bandingkan pemberi pinjaman terbaik
mulai dari 1,75% APR
11 opsi
Gratis · Tanpa kewajiban
Lihat tarif sayaBandingkan pemberi pinjaman terbaik
mulai dari 1,75% APR
11 opsi
8 menit bacaKeuangan Pribadi
2 menit bacaKeuangan Pribadi
25 menit bacaKeuangan Pribadi
3 menit bacaKeuangan Pribadi
7 menit bacaKeuangan Pribadi
Yuk, berlangganan *Financer Stacks* panduan keuangan mingguan yang membantu Anda menguasai dasar-dasar keuangan, meningkatkan pendapatan tambahan, dan menciptakan kehidupan di mana uang bekerja untuk Anda. Gratis!