Anonim
Pakar keuangan · Financer
Siapkan Dana dan Dokumen
Sebelum mulai, pastikan Anda punya:
Gunakan dana yang memang tidak akan Anda pakai dalam waktu dekat (minimal 1-3 tahun ke depan). Jangan pernah investasi menggunakan uang kebutuhan pokok atau uang hasil utang.
Pilih Sekuritas (Broker Saham)
Sekuritas adalah perantara resmi yang terdaftar di OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membantu Anda bertransaksi saham.
Beberapa sekuritas populer di Indonesia:
Pastikan sekuritas yang Anda pilih sudah terdaftar di OJK dan menjadi anggota BEI. Bandingkan platform investasi terbaik untuk menemukan yang paling cocok.
Buka Rekening Efek (RDN)
Rekening Dana Nasabah (RDN) adalah rekening khusus yang terpisah dari rekening tabungan biasa. Dana investasi Anda disimpan di sini dan dijamin keamanannya.
Cara membuka RDN:
Proses ini sekarang 100% bisa dilakukan lewat HP tanpa perlu ke kantor sekuritas.
Deposit Dana ke RDN
Transfer dana dari rekening bank Anda ke RDN. Sebagian besar sekuritas menerima transfer dari bank manapun.
Untuk pemula, mulailah dengan jumlah yang nyaman. Tidak perlu langsung besar:
Dana yang sudah masuk ke RDN bisa langsung digunakan untuk membeli saham.
Pelajari Dasar Analisis Saham
Sebelum membeli, luangkan waktu untuk memahami dua jenis analisis:
Analisis Fundamental - menilai kesehatan keuangan perusahaan. Perhatikan:
Analisis Teknikal - membaca pola grafik harga untuk menentukan waktu beli dan jual. Pelajari lebih lanjut di panduan cara membaca grafik saham.
Untuk pemula, fokus di analisis fundamental lebih dulu. Pilih perusahaan yang Anda kenal produknya dan punya kinerja keuangan yang konsisten.
Pilih dan Beli Saham Pertama Anda
Saatnya membeli saham pertama. Untuk pemula, pertimbangkan saham blue chip yang lebih stabil:
Cara beli saham di aplikasi:
Selesai. Saham Anda akan masuk ke portofolio dalam hitungan detik.
Pantau dan Kelola Portofolio
Setelah membeli saham, jangan buka aplikasi setiap menit. Cukup pantau portofolio secara berkala:
Untuk investasi jangka panjang, fluktuasi harga harian itu normal. Yang penting adalah kinerja perusahaan dalam jangka panjang, bukan pergerakan harga harian.
Investasi saham bisa dimulai dengan modal mulai dari Rp100.000 saja. Yang Anda butuhkan hanyalah KTP, rekening bank, dan akses internet.
Di panduan ini, kami akan menjelaskan cara investasi saham untuk pemula secara bertahap. Mulai dari cara membuka rekening efek, memilih broker saham, sampai membeli saham pertama Anda di Bursa Efek Indonesia.
Dengan jumlah investor pasar modal Indonesia yang sudah mencapai 23,47 juta per awal 2026, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai.
Berikut langkah-langkah investasi saham dari nol sampai Anda berhasil membeli saham pertama.
Di BEI, pembelian saham dilakukan per lot. 1 lot = 100 lembar saham.
Jadi modal awal tergantung harga saham yang Anda pilih:
Selain harga saham, ada biaya transaksi broker sekitar 0,15-0,25% untuk beli dan 0,25-0,35% untuk jual (sudah termasuk pajak jual 0,1%).
Jadi dengan modal Rp100.000, Anda sudah bisa mulai cara bermain saham dengan modal 100 ribu. Tidak perlu jutaan rupiah untuk memulai.
Kenapa harus investasi saham? Sebelum membahas keuntungannya, pahami dulu cara kerja investasi saham: Anda membeli sebagian kepemilikan perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia, lalu mendapat keuntungan dari kenaikan harga atau pembagian laba.
Ada dua sumber keuntungan utama:
Capital gain adalah keuntungan yang Anda dapatkan ketika menjual saham di harga yang lebih tinggi dari harga beli. Misalnya, Anda beli saham BBCA di Rp8.000 per lembar dan jual di Rp9.000. Keuntungan Anda Rp1.000 per lembar atau Rp100.000 per lot.
Pasar saham Indonesia per 2026 menawarkan imbal hasil rata-rata 10-15% per tahun, jauh di atas bunga deposito yang hanya 4-5%.
Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham. Tidak semua perusahaan membagikan dividen, tapi banyak blue chip Indonesia yang rutin membaginya setiap tahun.
Contoh: Bank BRI biasanya membagikan dividen sekitar 60-85% dari laba bersihnya. Jadi selain capital gain, Anda juga bisa dapat penghasilan pasif dari dividen.
Investasi saham bukan tanpa risiko. Berikut hal yang perlu Anda waspadai:
Kebalikan dari capital gain. Harga saham bisa turun dari harga beli Anda. IHSG sendiri pernah turun dari rekor tertinggi 9.134 di Januari 2026 ke kisaran 7.000-an karena sentimen global.
Beberapa saham jarang diperdagangkan sehingga sulit dijual saat Anda butuh dana cepat. Sebagai pemula, pilih saham yang masuk indeks LQ45 atau IDX30 karena likuiditasnya tinggi.
FOMO (fear of missing out) dan panic selling adalah musuh utama investor pemula. Banyak yang beli saham karena ikut-ikutan tren di media sosial, lalu panik jual saat harga turun. Buat rencana investasi dan patuhi.
Cara investasi saham modal kecil yang efektif untuk pemula:
Beli saham secara rutin setiap bulan dengan jumlah yang sama, terlepas dari kondisi pasar. Misalnya, sisihkan Rp500.000 setiap bulan untuk beli saham. Strategi ini membantu meratakan harga beli Anda.
Jangan taruh semua dana di satu saham. Contoh alokasi untuk pemula:
BEI punya program Yuk Nabung Saham yang mengajak masyarakat investasi rutin mulai Rp100.000 per bulan. Beberapa sekuritas menyediakan fitur auto-invest yang otomatis membeli saham di tanggal yang Anda tentukan.
Hemat hingga jutaan rupiah dengan memilih broker saham terbaik di Financer. Nikmati masa pensiun dengan sejahtera
Bandingkan broker saham terbaik sekarangBerikut beberapa tips penting untuk Anda yang baru mulai main saham pemula di HP:
Sebelum mulai investasi, bandingkan broker saham terbaik di Indonesia untuk menemukan platform yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
Anda juga bisa mempelajari:
Modal minimal investasi saham di BEI adalah harga 1 lot (100 lembar) saham. Jika Anda memilih saham seharga Rp500 per lembar, Anda hanya perlu Rp50.000. Banyak sekuritas online seperti Ajaib dan Stockbit memungkinkan Anda mulai dengan deposit Rp100.000.
1 lot saham di Bursa Efek Indonesia berisi 100 lembar saham. Ini adalah jumlah pembelian minimum. Jadi jika harga saham Rp1.000 per lembar, Anda perlu Rp100.000 untuk membeli 1 lot.
Dengan investasi Rp1 juta per bulan di saham, hasilnya tergantung return pasar. Jika rata-rata return pasar saham Indonesia 10-15% per tahun, investasi Rp1 juta per bulan selama 10 tahun bisa menghasilkan sekitar Rp200-250 juta (termasuk compounding). Tentu saja, return tidak dijamin dan bisa bervariasi.
Investasi saham relatif aman jika dilakukan melalui sekuritas resmi yang terdaftar di OJK dan BEI. Dana Anda disimpan terpisah di Rekening Dana Nasabah (RDN) yang dijamin keamanannya. Risikonya terletak pada fluktuasi harga saham, bukan keamanan dananya. Untuk meminimalkan risiko, mulailah dengan saham blue chip dan diversifikasi portofolio.
Download aplikasi sekuritas resmi (seperti Ajaib, Stockbit, atau IPOT) di HP Anda. Daftar akun, upload KTP, tunggu verifikasi 1-2 hari, lalu deposit dana ke RDN. Setelah itu, Anda bisa langsung cari dan beli saham lewat aplikasi tersebut. Seluruh proses bisa dilakukan dari HP tanpa perlu ke kantor.
Punya pertanyaan tentang topik ini? Tanyakan pada komunitas.
Email terkonfirmasi. Komentar Anda muncul setelah ditinjau.
Tautan sudah kedaluwarsa. Kirim komentar Anda lagi.
Anonim
Pakar keuangan · Financer
Bandingkan broker saham
mulai dari Rp 0 setoran min.
10 opsi
Pialang teregulasi dan tepercaya
Bandingkan brokerBandingkan broker saham
mulai dari Rp 0 setoran min.
10 opsi
5 menit bacaInvestasi
53 menit bacaInvestasi
7 menit bacaInvestasi
10 menit bacaInvestasi
10 menit bacaInvestasi
Yuk, berlangganan *Financer Stacks* panduan keuangan mingguan yang membantu Anda menguasai dasar-dasar keuangan, meningkatkan pendapatan tambahan, dan menciptakan kehidupan di mana uang bekerja untuk Anda. Gratis!