Anonim
Pakar keuangan · Financer
ETF adalah singkatan dari Exchange Traded Fund, yaitu reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek seperti saham biasa. Dengan membeli satu unit ETF, Anda otomatis memiliki sekumpulan aset seperti saham, obligasi, atau komoditas sekaligus.
Di Indonesia, ETF Indonesia semakin populer karena biaya pengelolaan yang rendah dan cara beli yang mudah melalui aplikasi sekuritas. Artikel ini menjelaskan pengertian ETF, cara kerja, jenis, keuntungan dan kekurangannya, serta cara membeli ETF di Indonesia.
ETF adalah singkatan dari Exchange Traded Fund. Dalam bahasa Indonesia, ETF sering disebut sebagai reksa dana yang diperdagangkan di bursa.
Secara sederhana, ETF adalah sekumpulan saham atau instrumen keuangan lainnya yang dikemas dalam satu produk dan bisa dibeli atau dijual melalui broker saham selama jam bursa berlangsung.
Bedanya dengan reksa dana biasa: ETF diperdagangkan secara real-time di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga harganya bergerak naik turun sepanjang hari mengikuti indeks acuannya. Sedangkan reksa dana konvensional hanya bisa dibeli atau dijual berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) di akhir hari.
ETF pertama kali muncul di Amerika Serikat pada tahun 1993, ketika Nathan Most dan Steven Bloom memperkenalkan SPDR S&P 500 ETF (SPY). Di Indonesia, ETF pertama diluncurkan pada 18 Desember 2007, yaitu Premier ETF LQ45 yang dikelola oleh Indo Premier Investment Management.
ETF bekerja dengan cara meniru kinerja indeks tertentu. Misalnya, ETF yang mengikuti indeks LQ45 akan membeli 45 saham yang ada di indeks tersebut dengan proporsi yang sama.
Berikut proses singkat cara kerja ETF:
Harga ETF bergerak real-time selama jam bursa. Nilai bersih dari ETF (indicative NAV atau iNAV) bisa dicek setiap saat melalui aplikasi broker atau situs BEI.
Karena ETF umumnya dikelola secara pasif (hanya mengikuti indeks, bukan memilih saham aktif), biaya pengelolaannya jauh lebih rendah dibandingkan reksa dana yang dikelola aktif.
Ada beberapa jenis ETF yang tersedia untuk investor Indonesia:
Berikut beberapa contoh ETF yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kode ETF di Indonesia biasanya diawali huruf "X" atau "R".
| Kode ETF | Nama | Indeks Acuan | Manajer Investasi |
|---|---|---|---|
R-LQ45X | Premier ETF LQ45 | LQ45 | Indo Premier IM |
XIJI | Premier ETF IDX30 | IDX30 | Indo Premier IM |
XIIT | Premier ETF IDX30 IT | IDX30 IT | Indo Premier IM |
XBES | Pinnacle ETF Bisnis Berkelanjutan | ESG | Pinnacle IM |
XISR | Premier ETF IDX30 Syariah | IDX30 Syariah | Indo Premier IM |
XPLQ | Premier ETF PEFINDO i-Grade | PEFINDO i-Grade | Indo Premier IM |
Hemat hingga jutaan rupiah dengan memilih broker saham terbaik di Financer. Nikmati masa pensiun dengan sejahtera
Bandingkan broker saham terbaik sekarangETF dan reksadana sama-sama merupakan produk investasi kolektif, tapi ada perbedaan penting yang perlu Anda pahami sebelum memilih. Berikut perbandingan ETF vs reksadana secara lengkap.
| Aspek | ETF | Reksadana |
|---|---|---|
Cara beli/jual | Real-time di bursa via broker saham | Melalui manajer investasi atau agen penjual |
Harga | Bergerak real-time sepanjang hari | Berdasarkan NAB di akhir hari |
Biaya pengelolaan | 0,15% - 0,5% per tahun | 0,5% - 3% per tahun |
Biaya transaksi | Komisi broker (0,15% - 0,35%) | Biaya pembelian/penjualan (0% - 2%) |
Minimum pembelian | 1 lot (100 unit), mulai Rp50.000 | Mulai Rp10.000 - Rp100.000 |
Pengelolaan | Umumnya pasif (mengikuti indeks) | Bisa aktif atau pasif |
Transparansi | Portofolio diumumkan harian | Portofolio diumumkan bulanan |
Singkatnya, ETF lebih cocok untuk investor yang ingin biaya rendah, transparansi tinggi, dan fleksibilitas jual beli real-time. Reksadana lebih cocok untuk investor yang ingin kemudahan tanpa perlu akun broker saham.
Untuk pemula dengan modal sangat kecil (di bawah Rp100.000), reksadana mungkin lebih praktis karena minimum investasinya lebih rendah. Tapi jika Anda sudah punya akun broker saham, ETF bisa menjadi pilihan investasi yang lebih efisien.
ETF terbagi menjadi dua jenis berdasarkan cara pengelolaannya:
ETF dengan leverage adalah jenis ETF yang menggunakan derivatif keuangan dan utang untuk memperbesar keuntungan dari indeks acuannya.
Contohnya, ETF leverage 2x akan memberikan return dua kali lipat dari pergerakan indeks acuannya. Jika indeks naik 1%, ETF leverage 2x naik 2%. Tapi kalau indeks turun 1%, ETF ini juga turun 2%.
ETF leverage cocok untuk trader berpengalaman yang ingin mengambil posisi jangka pendek. Untuk investor pemula, ETF leverage tidak disarankan karena risikonya sangat tinggi dan efek compounding bisa menggerus nilai investasi dalam jangka panjang.
Membeli ETF di Indonesia sama mudahnya dengan membeli saham. Berikut langkah-langkahnya:
Buka akun di broker saham
Daftar di aplikasi broker saham yang terdaftar di OJK dan BEI. Beberapa pilihan populer: Stockbit, Ajaib, IPOT (Indo Premier), Mandiri Sekuritas, atau BNI Sekuritas. Proses pendaftaran biasanya membutuhkan KTP dan NPWP.
Deposit dana
Transfer dana ke rekening dana nasabah (RDN) yang dibuat saat pendaftaran. Minimal deposit tergantung broker, tapi umumnya mulai Rp100.000.
Cari kode ETF
Di aplikasi broker, cari kode ETF yang ingin dibeli. Contoh: ketik R-LQ45X untuk ETF LQ45 atau XIJI untuk ETF IDX30.
Beli ETF
Masukkan jumlah lot yang ingin dibeli (minimal 1 lot = 100 unit). Harga 1 unit ETF di Indonesia berkisar Rp300 - Rp1.500, sehingga modal awal bisa mulai dari sekitar Rp50.000 untuk 1 lot.
Pantau dan kelola
Setelah membeli, Anda bisa memantau kinerja ETF melalui aplikasi broker. ETF cocok untuk strategi buy and hold jangka panjang.
ETF adalah pilihan investasi yang bagus untuk sebagian besar investor, terutama pemula yang ingin mulai berinvestasi dengan modal kecil dan risiko terkelola.
Dengan berinvestasi di ETF, Anda mendapatkan diversifikasi otomatis tanpa perlu memilih saham satu per satu. Ini sangat membantu bagi investor yang tidak punya waktu atau pengetahuan untuk menganalisis saham individual.
Namun, ETF bukan berarti tanpa risiko. Nilai investasi ETF bisa turun jika pasar saham secara keseluruhan mengalami penurunan. Jadi, pastikan Anda berinvestasi dengan uang yang tidak dibutuhkan dalam jangka pendek.
Untuk investor Indonesia, ETF yang mengikuti indeks LQ45 atau IDX30 bisa menjadi langkah awal yang baik karena berisi saham-saham paling likuid dan terpercaya di BEI.
Memilih ETF terbaik tergantung pada tujuan investasi dan profil risiko Anda. Berikut beberapa kategori ETF yang bisa dipertimbangkan:
Tidak ada waktu "sempurna" untuk mulai investasi ETF. Tapi ada beberapa kondisi yang membuat ETF menjadi pilihan yang tepat:
ETF (Exchange Traded Fund) adalah reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek seperti saham biasa. ETF berisi kumpulan aset seperti saham, obligasi, atau komoditas, sehingga investor mendapatkan diversifikasi otomatis dalam satu produk.
Ya, Indonesia memiliki beberapa ETF yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Contohnya R-LQ45X (ETF LQ45), XIJI (ETF IDX30), dan XISR (ETF Syariah). ETF pertama di Indonesia diluncurkan pada Desember 2007.
Perbedaan utama: ETF diperdagangkan real-time di bursa seperti saham (harga bergerak sepanjang hari), sedangkan reksadana hanya bisa dibeli/dijual berdasarkan NAB di akhir hari. ETF juga umumnya memiliki biaya pengelolaan yang lebih rendah (0,15%-0,5%) dibandingkan reksadana aktif (0,5%-3%).
Untuk membeli ETF, Anda perlu membuka akun di broker saham yang terdaftar di OJK dan BEI (seperti Stockbit, Ajaib, atau IPOT). Setelah itu, deposit dana, cari kode ETF yang diinginkan (contoh: R-LQ45X), dan beli minimal 1 lot (100 unit). Modal awal bisa mulai dari sekitar Rp50.000.
Minimal pembelian ETF adalah 1 lot (100 unit). Harga 1 unit ETF di Indonesia berkisar Rp300 sampai Rp1.500, sehingga modal awal untuk membeli 1 lot bisa mulai dari sekitar Rp50.000.
Tergantung jenis ETF-nya. Beberapa ETF membagikan dividen secara berkala kepada pemegang unit, sedangkan ETF lainnya menginvestasikan kembali (reinvest) dividen yang diterima ke dalam portofolio. Cek kebijakan distribusi masing-masing ETF sebelum membeli.
Punya pertanyaan tentang topik ini? Tanyakan pada komunitas.
Email terkonfirmasi. Komentar Anda muncul setelah ditinjau.
Tautan sudah kedaluwarsa. Kirim komentar Anda lagi.
Anonim
Pakar keuangan · Financer
Bandingkan broker saham
mulai dari Rp 0 setoran min.
10 opsi
Pialang teregulasi dan tepercaya
Bandingkan brokerBandingkan broker saham
mulai dari Rp 0 setoran min.
10 opsi
Yuk, berlangganan *Financer Stacks* panduan keuangan mingguan yang membantu Anda menguasai dasar-dasar keuangan, meningkatkan pendapatan tambahan, dan menciptakan kehidupan di mana uang bekerja untuk Anda. Gratis!