Meskipun kami berusaha keras untuk menjaga data tetap terbaru, kami tidak dapat menjamin keakuratan lengkap secara harian
Filter
Fitur broker
Metode deposit
Platform
Saluran dukungan
Statistik Produk
Rincian lengkap semua data dari produk dalam perbandingan ini untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat.
Biaya tukar mata uang
0% - 0,5% (0,06%)
Deposit minimal
Rp 0 - Rp 500 (Rp 67,2)
Akun demo
9 (90%)
Copy trading
4 (40%)
Saham pecahan
3 (30%)
Kartu Debit
7 (70%)
Web
10 (100%)
iOS
10 (100%)
Android
10 (100%)
Tersedia di desktop
10 (100%)
Obrolan langsung
10 (100%)
Email
10 (100%)
Telepon
8 (80%)
Dukungan 24/7
7 (70%)
Forum komunitas
1 (10%)
Statistik berdasarkan 10 produk Broker saham di database kami.
Pilihan Financer
Rating tertinggi
Exness
Exness menawarkan biaya rendah, transparan, spread ketat dan komisi rendah. Sebagian besar produknya bebas swap dan tidak ada biaya tersembunyi, sehingga menguntungkan dan adil bagi trader.
Exness punya layanan telepon 24/5 dalam 15 bahasa termasuk Indonesia, dan 24/7 untuk Inggris & Mandarin. CS bisa dihubungi lewat live chat & email, tapi live chat dijawab bot, email dibalas 1 hari.
Exness sangat fleksibel, menyediakan banyak pilihan akun dengan leverage hingga 1:2000, bebas biaya deposit/penarikan, proses registrasi mudah, dan ketentuan trading yang jelas serta transparan.
Website Exness kadang butuh VPN untuk diakses. Tampilannya profesional, cepat, dan mudah dipakai. Aplikasi ringan, daftar cepat, rating bagus, dan bisa trading via platform sendiri, MT4 & MT5.
Dapatkan kondisi eksklusif dari perusahaan finansial terbaik
Aplikasi trading saham untuk pemula sebaiknya membantu Anda melakukan tiga hal sejak awal: buka rekening efek dengan mudah, memahami biaya transaksi, dan belajar membeli saham tanpa terburu-buru. Di Indonesia, aplikasi seperti Ajaib, Stockbit, Bibit, IPOT, dan BIONS sudah membuat proses ini jauh lebih praktis dibanding beberapa tahun lalu.
Tetap saja, aplikasi yang paling populer belum tentu paling cocok untuk semua orang. Pemula yang baru belajar cara investasi saham biasanya butuh edukasi, biaya rendah, tampilan sederhana, dan rasa aman karena perusahaan sekuritasnya terdaftar di OJK serta menjadi anggota bursa.
Di bawah ini, kami membandingkan aplikasi saham pemula berdasarkan biaya, kemudahan penggunaan, fitur edukasi, pilihan saham syariah, dan akses ke saham luar negeri. Tujuannya sederhana: membantu Anda memilih aplikasi yang masuk akal sebelum menyetor uang pertama.
Aplikasi trading saham terbaik untuk pemula 2026
Jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertambah. Data KSEI per akhir April 2026 mencatat 26.486.000 investor pasar modal, termasuk 9.562.675 investor saham dan surat berharga lainnya. Angka ini menunjukkan bahwa saham tidak lagi hanya dipakai investor profesional. Banyak pemula mulai dari modal kecil, satu lot, dan belajar bertahap.
Untuk pemula, aplikasi terbaik bukan hanya yang punya banyak fitur. Aplikasi yang baik harus membuat proses pertama terasa jelas: daftar akun, buka RDN, setor dana, pilih saham, pasang order, lalu memantau portofolio. Jika aplikasi terlalu ramai dan tidak menjelaskan biaya, pemula mudah salah menekan tombol beli atau menjual saham karena panik.
Karena itu, daftar ini memisahkan aplikasi lokal untuk saham Indonesia dan aplikasi global untuk saham AS. Saham Indonesia tetap harus melalui perusahaan sekuritas yang berada dalam pengawasan OJK dan infrastruktur pasar modal seperti BEI, KSEI, dan KPEI. Untuk saham luar negeri, risikonya berbeda karena ada biaya valuta asing, aturan pajak luar negeri, dan regulasi negara tempat broker beroperasi.
Aplikasi
Paling cocok untuk
Biaya saham lokal
Catatan pemula
Ajaib
Pemula yang ingin tampilan sederhana
Beli 0,1513%, jual 0,2513%
Ada saham, reksa dana, obligasi, dan kripto dalam ekosistem Ajaib
Stockbit
Belajar dari komunitas dan riset saham
Beli 0,15%, jual 0,25%
Fitur diskusi dan watchlist kuat untuk belajar bertahap
Bibit Saham
Pengguna Bibit yang ingin tambah saham
Beli 0,15%, jual 0,25%
Perlu upgrade ke Bibit Plus dan terhubung dengan RDN Stockbit
IPOT
Investor yang ingin fitur lengkap
Reguler beli 0,19%, jual 0,29%
Cocok jika Anda ingin saham, ETF, reksa dana, dan obligasi
BIONS
Nasabah yang nyaman dengan BNI Sekuritas
Beli 0,17%, jual 0,27%
Aplikasi multi investasi dari BNI Sekuritas
eToro
Akses saham dan ETF global
Berbeda per negara dan bursa
Cek biaya saham, konversi mata uang, dan risiko regulasi luar negeri
Interactive Brokers
Investor yang ingin akses global lebih luas
Komisi berbasis bursa dan paket harga
Lebih kompleks untuk pemula, tetapi pilihan pasar sangat luas
XTB
Saham dan ETF global dengan struktur biaya sederhana
0% sampai batas omzet tertentu, lalu biaya berlaku
Perhatikan biaya konversi mata uang
Kriteria memilih aplikasi saham pemula
Aplikasi saham pemula harus memudahkan Anda mengambil keputusan, bukan membuat Anda merasa harus trading setiap hari. Mulailah dari legalitas. Untuk saham Indonesia, cek apakah perusahaan sekuritasnya masuk daftar perusahaan efek OJK dan memiliki koneksi ke infrastruktur pasar modal Indonesia.
Di pencarian Google, istilah sekuritas pemula biasanya merujuk pada perusahaan sekuritas yang aplikasinya mudah dipakai, biayanya jelas, dan edukasinya cukup membantu investor baru.
Setelah itu, perhatikan biaya. Biaya beli dan jual terlihat kecil, misalnya 0,15% atau 0,25%, tetapi biaya ini dihitung dari nilai transaksi. Jika Anda terlalu sering keluar masuk saham, keuntungan kecil bisa habis oleh komisi, levy, PPN, dan pajak penjualan.
Faktor lain yang penting adalah edukasi. Pemula sebaiknya memilih aplikasi yang menjelaskan dasar order, risiko harga turun, antrian bid-offer, dan cara membaca portofolio. Jika Anda masih bingung dengan candlestick, volume, atau support-resistance, pelajari dulu cara membaca grafik saham sebelum aktif trading harian.
Checklist sebelum memilih aplikasi investasi saham pemula
Perusahaan sekuritas berada dalam pengawasan OJK dan mudah dicek legalitasnya.
Biaya beli, biaya jual, levy, PPN, dan pajak dijelaskan secara transparan.
Proses buka rekening efek dan RDN bisa dilakukan online dengan instruksi jelas.
Ada materi edukasi untuk pemula, bukan hanya notifikasi beli dan jual.
Aplikasi stabil saat jam bursa dan mudah dipakai untuk memasang, mengubah, atau membatalkan order.
Ada fitur keamanan seperti PIN transaksi, biometrik, dan autentikasi tambahan.
Customer service mudah dihubungi jika ada masalah setoran, penarikan, atau order.
Detail aplikasi saham lokal: Ajaib, Stockbit, Bibit, IPOT, dan BIONS
1. Ajaib
Ajaib cocok untuk pemula yang ingin proses sederhana dari daftar sampai beli saham. Biaya transaksi saham di halaman resmi Ajaib adalah 0,1513% untuk beli dan 0,2513% untuk jual untuk nilai transaksi di bawah Rp150 juta. Biaya tersebut sudah memasukkan komponen broker, levy, PPN biaya broker, dan PPh final untuk transaksi jual.
Kelebihan Ajaib ada pada tampilan yang mudah dipahami dan ekosistem produk yang luas. Kekurangannya, pemula bisa tergoda memakai banyak instrumen sekaligus, dari saham sampai kripto, sebelum benar-benar memahami risiko masing-masing.
2. Stockbit
Stockbit kuat untuk pemula yang ingin belajar dari diskusi, watchlist, berita, dan komunitas. Biaya trading Stockbit Sekuritas adalah 0,15% untuk beli dan 0,25% untuk jual. Untuk investor yang serius belajar analisis, fitur komunitas bisa membantu melihat cara orang lain membaca saham.
Namun, komunitas juga bisa menjadi sumber kebisingan. Jangan membeli saham hanya karena ramai dibahas. Gunakan diskusi sebagai bahan belajar, lalu cek laporan keuangan, valuasi, dan risiko bisnisnya sendiri.
3. Bibit Saham
Bibit dikenal sebagai aplikasi reksa dana, tetapi Bibit Plus juga menyediakan akses saham. Untuk transaksi saham, halaman resmi Bibit menyebut biaya beli 0,15% dan biaya jual 0,25%. Pengguna harus upgrade ke Bibit Plus, dan RDN akan terdaftar melalui Stockbit.
Bibit cocok jika Anda ingin mulai dari reksa dana dulu, lalu perlahan menambah saham. Ini masuk akal untuk pemula yang belum siap memilih saham satu per satu.
4. IPOT
IPOT dari Indo Premier Sekuritas cocok untuk pengguna yang ingin fitur lebih lengkap. Selain saham, ekosistem IPOT juga mencakup ETF, reksa dana, dan obligasi. Untuk akun reguler, Indo Premier pernah menyebut biaya beli 0,19% dan biaya jual 0,29%.
Kelebihannya adalah kedalaman fitur. Kekurangannya, pemula mungkin butuh waktu lebih lama untuk memahami semua menu. Jika Anda baru mulai, pakai fitur dasar dulu: watchlist, order beli-jual, portofolio, dan laporan transaksi.
5. BIONS
BIONS adalah aplikasi dari BNI Sekuritas. Halaman bantuan BIONS menyebut biaya full online sebesar 0,17% untuk beli dan 0,27% untuk jual. Aplikasi ini cocok untuk pengguna yang menginginkan sekuritas milik grup bank besar dan tetap ingin akses multi investasi.
Dibanding aplikasi yang sangat komunitas-driven, BIONS terasa lebih fungsional. Itu bisa menjadi nilai tambah untuk pemula yang ingin fokus ke transaksi dan portofolio tanpa terlalu banyak distraksi.
Aplikasi global untuk akses saham AS
Beberapa pemula tertarik membeli saham AS seperti Apple, Microsoft, Nvidia, atau ETF global. Untuk kebutuhan ini, aplikasi lokal saham Indonesia biasanya belum selalu cukup. Pilihannya adalah broker global seperti eToro, Interactive Brokers, atau XTB.
eToro menampilkan struktur biaya yang berbeda tergantung negara, bursa, dan jenis instrumen. Interactive Brokers punya akses pasar luas dengan struktur komisi yang lebih rinci. XTB menonjolkan komisi 0% untuk saham dan ETF sampai batas omzet bulanan tertentu, dengan catatan biaya konversi mata uang dapat berlaku.
Untuk pemula Indonesia, akses global sebaiknya dipakai setelah Anda memahami dasar broker saham. Risiko utamanya bukan hanya harga saham turun. Anda juga menghadapi kurs rupiah terhadap dolar AS, biaya konversi, aturan pajak dividen luar negeri, dan perlindungan investor yang mengikuti yurisdiksi broker, bukan OJK.
Fitur edukasi yang perlu ada di aplikasi saham pemula
Fitur edukasi sering terlihat seperti tambahan kecil, padahal sangat penting untuk pemula. Aplikasi yang baik seharusnya menjelaskan arti bid, offer, lot, fraksi harga, antrean order, risiko auto reject, dan kenapa harga saham bisa turun setelah Anda beli.
Materi edukasi yang berguna biasanya tidak terlalu menjanjikan cuan cepat. Isinya lebih membumi: cara menyusun watchlist, cara membaca laporan keuangan sederhana, perbedaan investasi dan trading, serta cara membatasi kerugian.
Jika aplikasi menyediakan riset saham, gunakan sebagai bahan pembanding. Jangan jadikan satu laporan sebagai satu-satunya alasan membeli. Untuk pemula, lebih aman mulai dari nominal kecil, mencatat alasan beli, lalu mengevaluasi hasilnya setelah beberapa bulan.
Aplikasi syariah saham dan filter ISSI
Bagi investor muslim, saham syariah bisa menjadi pertimbangan utama. OJK menerbitkan Daftar Efek Syariah secara berkala, dan daftar ini menjadi acuan bagi indeks seperti ISSI, JII, JII70, dan indeks syariah lain di Bursa Efek Indonesia. OJK menyebut Daftar Efek Syariah Periode I 2026 memuat 622 saham emiten dan perusahaan publik.
Dalam praktiknya, pemula bisa mencari aplikasi yang menyediakan filter saham syariah atau RDN syariah. Stockbit, misalnya, memiliki panduan pembelian saham syariah melalui RDN Jago Syariah. Ajaib juga menyediakan kategori saham syariah dan materi edukasi untuk investor yang ingin memilih saham sesuai prinsip Islam.
Jika Anda masih ragu dari sisi agama, baca juga pembahasan kami tentang apakah saham haram dan hukum trading saham dalam Islam. Intinya, jangan hanya melihat label syariah. Periksa juga cara transaksi, tujuan investasi, dan kebiasaan Anda dalam mengambil risiko.
Biaya trading saham: beli, jual, levy, dan pajak
Biaya trading saham lokal biasanya terdiri dari beberapa komponen. Ada biaya broker dari sekuritas, levy untuk infrastruktur pasar seperti BEI, KPEI, dan KSEI, PPN atas biaya broker, serta PPh final 0,1% saat menjual saham. IDX juga menjelaskan bahwa transaksi penjualan saham dikenakan PPh Pasal 4 ayat 2 sebesar 0,1% dari nilai bruto transaksi penjualan.
Contohnya sederhana. Jika Anda membeli saham senilai Rp1.000.000 di aplikasi dengan biaya beli 0,15%, biaya transaksi sekitar Rp1.500. Saat menjual Rp1.000.000 dengan biaya jual 0,25%, potongannya sekitar Rp2.500. Angka ini belum memperhitungkan apakah harga saham naik atau turun.
Karena itu, aplikasi saham pemula dengan biaya murah membantu, tetapi bukan jaminan hasil investasi lebih baik. Jika Anda terlalu sering trading, biaya kecil yang berulang tetap bisa menggerus hasil. Pemula lebih baik fokus pada kualitas saham, disiplin nominal, dan horizon waktu yang realistis.
Gunakan langkah sederhana ini sebelum membeli saham pertama. Tidak perlu langsung aktif trading harian.
Cara mulai memakai aplikasi saham untuk pemula
Pilih aplikasi dan cek legalitas
Pastikan perusahaan sekuritasnya dapat dicek melalui daftar resmi OJK atau sumber resmi pasar modal. Untuk saham global, cek regulator luar negeri dan pahami bahwa perlindungannya berbeda dari sekuritas lokal.
Buka rekening efek dan RDN
Siapkan KTP, NPWP jika ada, rekening bank, dan data pribadi yang diminta. Proses online biasanya mencakup verifikasi identitas dan pembuatan Rekening Dana Nasabah.
Setor dana kecil dulu
Mulai dari nominal yang tidak mengganggu kebutuhan bulanan. Di saham Indonesia, pembelian minimum adalah 1 lot atau 100 lembar saham, sehingga modal tergantung harga saham yang dipilih.
Buat watchlist dan belajar order
Masukkan beberapa saham yang ingin dipelajari. Pahami perbedaan order beli, order jual, bid, offer, matched, amend, dan withdraw sebelum memakai uang lebih besar.
Catat alasan beli
Tulis alasan Anda membeli saham, target waktu, risiko utama, dan kapan akan evaluasi. Catatan ini membantu Anda tidak ikut panik saat harga bergerak harian.
Pertanyaan umum
Apa aplikasi trading saham terbaik untuk pemula?
Untuk pemula, pilihan yang kuat adalah Ajaib, Stockbit, Bibit Saham, IPOT, dan BIONS. Ajaib unggul di tampilan sederhana, Stockbit kuat di komunitas dan riset, Bibit cocok untuk pengguna reksa dana, IPOT lengkap untuk banyak instrumen, dan BIONS cocok untuk ekosistem BNI Sekuritas.
Apakah aplikasi saham pemula harus terdaftar OJK?
Untuk transaksi saham Indonesia, gunakan perusahaan sekuritas yang berada dalam pengawasan OJK dan terhubung dengan infrastruktur pasar modal Indonesia. Ini penting karena dana dan efek Anda diproses melalui sistem yang diawasi, bukan aplikasi tidak jelas.
Berapa modal awal untuk mulai investasi saham?
Modal awal tergantung harga saham yang Anda beli karena transaksi saham Indonesia minimal 1 lot atau 100 lembar. Jika harga saham Rp1.000, maka 1 lot bernilai Rp100.000 sebelum biaya transaksi.
Apa beda aplikasi saham dan broker saham?
Broker saham atau perusahaan sekuritas adalah perantara resmi transaksi saham. Aplikasi saham adalah platform digital yang disediakan broker agar Anda bisa membuka akun, menyetor dana, memasang order, dan memantau portofolio.
Apakah pemula sebaiknya trading harian?
Tidak selalu. Trading harian membutuhkan disiplin, waktu, dan kemampuan membaca pergerakan harga. Pemula biasanya lebih aman mulai dari investasi bertahap, belajar membaca laporan, dan memakai nominal kecil sebelum mencoba strategi aktif.
Apakah ada aplikasi saham syariah?
Ada aplikasi yang menyediakan filter saham syariah atau dukungan RDN syariah. Yang penting, cek apakah saham masuk Daftar Efek Syariah OJK atau indeks syariah seperti ISSI, lalu pahami juga cara transaksi dan risiko investasinya.
Yuk, berlangganan *Financer Stacks* panduan keuangan mingguan yang membantu Anda menguasai dasar-dasar keuangan, meningkatkan pendapatan tambahan, dan menciptakan kehidupan di mana uang bekerja untuk Anda. Gratis!