Rupiah Rp4.500/transaksi; kripto mengikuti biaya blockchain.
Limit penarikan harian
Basic KYC Rp500.000.000 per hari; Advanced KYC di atas Rp500.000.000.
Transfer Bank
Ya
Kartu
Tidak
Kripto
Ya
Deposit PayPal
Tidak
Metode deposit lainnya
Virtual Account, QRIS, GoPay, LinkAja, ShopeePay, OVO, DANA
Fitur
Jenis bursa
Bursa terpusat
Perdagangan spot
Ya
Margin trading
Tidak
Futures
Ya
Opsi
Tidak
Opsi staking
Ya
Pinjaman
Tidak
NFT
Tidak
Order pasar
Ya
Limit order
Ya
Stop loss
Ya
Take profit
Ya
Order OCO
Tidak
Investasi
Jaringan: Bitcoin
Tidak
Jaringan: Ethereum
Ya
Jaringan: Binance
Ya
Jaringan: Solana
Ya
Jaringan lain yang didukung
Ya
Keamanan & dukungan
Status regulasi
Diawasi Sepenuhnya
Penyimpanan dingin
Tidak
Cakupan asuransi
Tidak
Alamat yang masuk daftar putih
Tidak
Autentikasi dua faktor
Ya
Platform & dukungan
Web
Ya
iOS
Ya
Android
Ya
Tersedia di desktop
Tidak
Tersedia via API
Ya
Obrolan langsung
Ya
Email
Ya
Telepon
Ya
Dukungan 24/7
Ya
Forum komunitas
Tidak
Bahasa yang didukung
Bahasa Indonesia dan Inggris
Kolom tambahan
Perusahaan yang direkomendasikan
Tidak
Perbandingan lengkap
Indodax
Pintu
Harga, komisi & biaya
Biaya maker
0,1%
0,12%
Biaya penarikan
0,2%
0,17%
Transfer Bank
Ya
Ya
Kartu
Tidak
Tidak
Kripto
Ya
Ya
Deposit PayPal
Tidak
Tidak
Metode deposit lainnya
QRIS dan E-wallet
Virtual Account, QRIS, GoPay, LinkAja, ShopeePay, OVO, DANA
Limit penarikan harian
—Tidak dipublikasikan
Basic KYC Rp500.000.000 per hari; Advanced KYC di atas Rp500.000.000.
Fitur
Jenis bursa
Bursa terpusat
Bursa terpusat
Perdagangan spot
Ya
Ya
Margin trading
Tidak
Tidak
Futures
Tidak
Ya
Opsi
Tidak
Tidak
Opsi staking
Ya
Ya
Pinjaman
Tidak
Tidak
NFT
Tidak
Tidak
Order pasar
Ya
Ya
Limit order
Ya
Ya
Stop loss
Ya
Ya
Take profit
Ya
Ya
Order OCO
Tidak
Tidak
Investasi
Jumlah mata uang kripto
510
—Tidak dipublikasikan
Jaringan: Bitcoin
Ya
Tidak
Jaringan: Ethereum
Ya
Ya
Jaringan: Binance
Ya
Ya
Jaringan: Solana
Ya
Ya
Jaringan lain yang didukung
Ya
Ya
Keamanan & dukungan
Tahun pendirian
2014
—Tidak dipublikasikan
Status regulasi
Diawasi Sepenuhnya
Diawasi Sepenuhnya
Penyimpanan dingin
Ya
Tidak
Cakupan asuransi
Tidak
Tidak
Alamat yang masuk daftar putih
Ya
Tidak
Autentikasi dua faktor
Ya
Ya
Platform & dukungan
Web
Ya
Ya
iOS
Ya
Ya
Android
Ya
Ya
Tersedia di desktop
Tidak
Tidak
Tersedia via API
Ya
Ya
Obrolan langsung
Ya
Ya
Email
Ya
Ya
Telepon
Ya
Ya
Dukungan 24/7
Ya
Ya
Forum komunitas
Ya
Tidak
Bahasa yang didukung
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia dan Inggris
Pintu vs Indodax adalah perbandingan yang sering muncul saat Anda ingin memilih exchange crypto lokal untuk beli Bitcoin, Ethereum, stablecoin, atau altcoin lain dengan Rupiah. Keduanya legal, sama-sama dikenal di Indonesia, tetapi karakternya berbeda.
Pintu terasa lebih mobile-first dan sederhana untuk pengguna baru. Indodax terasa lebih matang untuk pengguna yang ingin pilihan koin lebih banyak, order book, dan pengalaman trading yang sudah lama hadir di pasar lokal.
Jika Anda mengetik indodax vs pintu karena ingin tahu mana yang lebih cocok, jawabannya bukan satu nama untuk semua orang. Dalam perbandingan Pintu Indodax ini, fokusnya adalah biaya, jumlah koin, UX, keamanan, dan kecocokan untuk pemula. Untuk melihat pilihan yang lebih luas, buka juga panduan kami tentang exchange crypto terbaik di Indonesia.
Aspek
Pintu
Indodax
Cocok untuk
Pemula mobile-first dan pengguna yang ingin alur sederhana
Pengguna yang ingin pilihan koin besar dan trading lewat web
Jumlah aset
300+ koin dengan Rupiah
500+ koin terdaftar
Biaya
Pintu Pro Spot mencantumkan maker 0,12% dan taker 0,17% sebelum pajak/CFX
Cek All-in-Fees di aplikasi karena mencakup trading fee, pajak, dan CFX fee
Minimum transaksi
Pintu menonjolkan mulai dari sekitar Rp11.000 di materi resminya
Lite mulai Rp10.000, Pro langsung minimum Rp25.000
Kesan utama
Aplikasi baru yang rapi dan mudah dibaca
Exchange lama dengan market yang luas dan komunitas besar
Pintu vs Indodax: mana yang lebih baik?
Jawaban singkatnya: Pintu lebih baik untuk pemula yang ingin pengalaman simpel, sedangkan Indodax lebih baik untuk pengguna yang mengejar banyak pilihan koin dan market yang lebih ramai.
Pintu membangun posisinya sebagai aplikasi crypto all-in-one. Di halaman resminya, Pintu menonjolkan 300+ koin, aplikasi dengan rating 4,7, 7 juta lebih unduhan, Pintu Pro untuk desktop, dan fitur futures dengan leverage sampai 25x. Fitur futures ini bukan untuk pemula, tetapi menunjukkan bahwa Pintu tidak hanya bermain di level beli/jual sederhana.
Indodax mengambil posisi yang berbeda. Platform ini menonjolkan sejarah sejak 2014, klaim sebagai yang pertama di Indonesia, 500+ koin terdaftar, transaksi 24/7, dan akses melalui website maupun aplikasi. Jika Anda sudah terbiasa melihat order book, volume, dan pergerakan harga di web, Indodax biasanya terasa lebih familiar.
Jadi, jangan memilih hanya karena nama yang lebih sering Anda dengar. Pilih berdasarkan cara Anda akan memakai exchange: untuk beli aset pertama, trading aktif, mencari altcoin tertentu, atau hanya menyimpan aset kecil sambil belajar.
Profil singkat Pintu dan Indodax
Pintu adalah aplikasi crypto lokal yang posisinya kuat di pengalaman mobile. Pengguna bisa membeli aset crypto dengan Rupiah, memakai Pintu Pro untuk trading spot, dan mengakses fitur tambahan seperti Earn serta Futures. Dari sisi keamanan, Pintu menyebut layanan berizin dan diawasi OJK, memakai 2FA, biometrik, serta penyimpanan aset melalui ICC dan Fireblocks.
Indodax adalah salah satu nama tertua di pasar crypto Indonesia. Indodax berdiri sejak 2014, menyediakan market Rupiah, mode Lite dan Pro, akses web, aplikasi mobile, OTC, serta dukungan pelanggan. Jika ingin membaca detail platformnya secara terpisah, Anda bisa membuka review Indodax di Financer.
Dari sisi legalitas, keduanya berada di jalur resmi. Pintu menyebut izin PFAK Bappebti nomor 01/BAPPEBTI/PFAK/08/2024 dan anggota CFX. Indodax menyebut sertifikat PFAK Bappebti nomor 10/BAPPEBTI/PFAK/12/2024 dan juga anggota CFX. Tetap cocokkan lagi di kanal resmi jika Anda akan menaruh dana besar.
Perbandingan biaya Pintu dan Indodax
Biaya adalah bagian paling penting dalam Pintu vs Indodax, terutama jika Anda sering jual beli. Perbedaan 0,1% terlihat kecil, tetapi bisa terasa jika Anda melakukan transaksi berulang atau memakai nominal besar.
Pintu menampilkan struktur biaya Pintu Pro Spot dengan jelas di pusat bantuan. Setelah periode promo yang berakhir 28 Februari 2026, biaya normal Pintu Pro Spot adalah maker 0,12% dan taker 0,17%. Untuk transaksi jual, ada PPh Pasal 22 sebesar 0,21%. Pintu juga menyebut biaya CFX 0,0111% termasuk pajak untuk setiap transaksi jual/beli mulai 1 Maret 2026, dan saat ini biaya CFX sudah termasuk pada harga final ketika proses jual/beli dilakukan.
Indodax menampilkan rincian biaya Rupiah, aset digital, dan trading di pusat bantuannya. Deposit aset digital gratis, penarikan aset digital tergantung jaringan, penarikan Rupiah ke rekening bank dikenakan Rp10.000, dan transaksi Lite tersedia mulai Rp10.000. Untuk Pro langsung, minimum order Rp25.000. Indodax juga menjelaskan bahwa sejak penyesuaian PMK No. 50/2025, pembelian aset kripto tidak lagi dikenakan PPN, penjualan dikenakan PPh 0,21%, dan All-in-Fees mencakup trading fee, pajak, serta CFX Fee.
Kesimpulannya, Pintu lebih mudah dibaca untuk biaya trading Pro karena angka maker dan taker tersedia sebagai teks. Indodax lebih rinci untuk jalur deposit, penarikan, Lite, dan Pro, tetapi Anda tetap perlu melihat All-in-Fees di aplikasi sebelum order agar tahu total biaya saat itu.
Komponen
Pintu
Indodax
Biaya trading spot
Pintu Pro Spot normal: maker 0,12%, taker 0,17%
Cek tabel All-in-Fees di aplikasi atau pusat bantuan
Pajak jual
PPh Pasal 22 0,21% pada sisi sell
PPh 0,21% pada penjualan aset kripto
Biaya CFX
0,0111% termasuk pajak, disebut masuk harga final
Masuk komponen All-in-Fees bersama trading fee dan pajak
Penarikan Rupiah
Cek aplikasi karena biaya bisa berubah menurut metode
Rekening bank Rp10.000, dengan tambahan Rp1.000 jika memakai verifikasi SMS OTP
Minimum transaksi
Materi Pintu mencontohkan modal awal Rp11.000
Lite mulai Rp10.000, Pro langsung minimum Rp25.000
Perbandingan jumlah koin
Jika prioritas Anda adalah pilihan aset, Indodax unggul dari sisi jumlah koin. Halaman resmi Indodax menampilkan 500+ koin terdaftar. Ini menarik untuk trader yang sering mencari altcoin tertentu, pair Rupiah, atau aset yang belum tersedia di aplikasi lain.
Pintu menampilkan 300+ koin dengan Rupiah. Jumlah ini sudah cukup luas untuk sebagian besar pemula, terutama jika Anda hanya ingin membeli aset besar seperti Bitcoin, Ethereum, USDT, USDC, Solana, atau XRP. Untuk pengguna baru, terlalu banyak pilihan kadang justru membuat keputusan lebih sulit.
Sebelum memilih hanya karena jumlah koin, cek juga kualitas asetnya. Apakah aset itu punya likuiditas? Apakah spread-nya wajar? Apakah Anda memahami risikonya? Jika belum, mulai dari aset besar dulu dan baca panduan jenis mata uang kripto agar tidak membeli token hanya karena sedang ramai di media sosial.
Perbedaan UX terasa cukup jelas. Pintu dibuat untuk pengalaman aplikasi yang sederhana. Alur beli, jual, dan melihat aset terasa cocok untuk pengguna yang pertama kali mencoba crypto dari HP. Ketika sudah lebih aktif, Anda bisa naik ke Pintu Pro di desktop untuk tipe order yang lebih lengkap.
Indodax terasa lebih web-first dan trading-first. Ini bukan kelemahan jika Anda memang ingin layar market yang lebih lengkap, order book, dan akses desktop. Tetapi bagi pemula yang baru ingin membeli aset pertama, tampilan seperti ini bisa terasa lebih padat.
Jika Anda masih belajar, gunakan ukuran transaksi kecil dulu. Cara terbaik menilai UX bukan dari ulasan orang lain saja, tetapi dari apakah Anda bisa memahami estimasi harga, biaya, jenis order, dan risiko sebelum menekan tombol beli.
Perbandingan keamanan dan legalitas
Dari sisi legalitas, Pintu dan Indodax sama-sama punya dasar yang jelas. Pintu menyebut sudah berizin dan diawasi OJK, berlisensi PFAK Bappebti, serta menjadi anggota CFX. Indodax juga menyebut berizin dan diawasi OJK, terdaftar CFX, KKI, KOMDIGI, dan memiliki sertifikasi ISO.
Namun, legalitas bukan berarti risiko hilang. Exchange legal tetap bisa mengalami gangguan teknis, harga aset tetap volatil, dan akun pribadi tetap bisa menjadi target phishing. Perlindungan pertama tetap ada pada kebiasaan Anda sendiri: password unik, 2FA, biometrik, email yang aman, dan tidak pernah membagikan kode OTP.
Untuk mengecek platform resmi secara lebih luas, gunakan daftar regulator dan panduan broker crypto BAPPEBTI. Hindari platform yang menjanjikan profit tetap, meminta transfer ke rekening pribadi, atau menghubungi Anda lewat WhatsApp dengan klaim sebagai customer service.
Pintu vs Indodax untuk pemula
Untuk pemula, Pintu biasanya lebih ramah di tahap awal. Aplikasinya terasa lebih modern, penjelasan fitur lebih ringan, dan pilihan aset 300+ sudah lebih dari cukup untuk belajar. Jika Anda hanya ingin membeli crypto pertama dengan Rupiah, Pintu bisa terasa lebih nyaman.
Indodax tetap bisa dipakai pemula, terutama karena ada mode Lite mulai Rp10.000. Tetapi jika Anda masuk ke tampilan Pro atau web market, luangkan waktu untuk memahami beda limit order, market order, dan biaya final. Jangan langsung mencoba semua fitur hanya karena tersedia.
Untuk langkah pertama, pilih salah satu exchange legal, verifikasi akun, aktifkan 2FA, deposit nominal kecil, lalu beli aset yang sudah Anda pahami. Setelah itu, catat total biaya dan pengalaman penarikan. Dari pengalaman kecil itu, Anda akan tahu apakah lebih cocok memakai Pintu, Indodax, atau membandingkan platform lain.
Pilih berdasarkan kebutuhan Anda
Pilih Pintu jika Anda ingin aplikasi yang sederhana, pengalaman mobile yang rapi, dan biaya Pintu Pro Spot yang mudah dibaca.
Pilih Indodax jika Anda ingin 500+ koin, akses web yang kuat, market lokal lama, dan pilihan aset yang lebih luas.
Pilih Pintu untuk belajar membeli aset pertama dengan alur yang lebih ringan.
Pilih Indodax jika Anda sudah nyaman dengan order book, limit order, dan trading lewat desktop.
Jangan memilih exchange hanya dari jumlah koin. Cek legalitas, biaya final, likuiditas, keamanan akun, dan metode penarikan.
Alternatif selain Pintu dan Indodax
Pintu dan Indodax bukan satu-satunya pilihan di Indonesia. Ada exchange lain seperti Tokocrypto, Reku, Luno, Binance, dan beberapa platform lain yang juga sering dibandingkan pembaca. Perbandingan terbaik tergantung fitur yang Anda butuhkan, bukan sekadar brand yang paling sering muncul.
Jika ingin daftar yang lebih lengkap, gunakan halaman crypto exchange terbaik di Indonesia sebagai titik awal. Di sana Anda bisa melihat pilihan exchange dari sudut biaya, fitur, keamanan, dan kecocokan pengguna.
Untuk dana besar, pertimbangkan juga wallet pribadi setelah Anda paham cara kerja seed phrase dan risiko salah kirim jaringan. Exchange praktis untuk transaksi, tetapi tidak semua orang perlu menyimpan seluruh aset jangka panjang di exchange.
FAQ tentang Pintu vs Indodax
Pintu vs Indodax, mana yang lebih bagus?
Pintu lebih bagus untuk pemula yang ingin aplikasi sederhana dan mobile-first. Indodax lebih bagus untuk pengguna yang ingin pilihan koin lebih banyak, akses web, dan pengalaman trading yang lebih lengkap. Pilihan terbaik tergantung kebutuhan Anda.
Mana yang lebih murah, Pintu atau Indodax?
Pintu lebih mudah dibandingkan dari sisi biaya Pintu Pro Spot karena mencantumkan maker 0,12% dan taker 0,17% sebelum pajak dan CFX. Untuk Indodax, cek All-in-Fees di aplikasi karena total biaya mencakup trading fee, pajak, dan CFX Fee.
Apakah Pintu dan Indodax legal di Indonesia?
Ya, keduanya menyebut status legal resmi. Pintu menyebut izin PFAK Bappebti dan anggota CFX. Indodax menyebut lisensi PFAK Bappebti nomor 10/BAPPEBTI/PFAK/12/2024 dan anggota CFX. Tetap cek daftar resmi regulator sebelum menaruh dana besar.
Apakah Pintu cocok untuk pemula?
Ya, Pintu cocok untuk pemula karena pengalaman aplikasinya sederhana dan jumlah asetnya sudah cukup luas. Tetap mulai dari nominal kecil, aktifkan 2FA, dan pahami biaya sebelum transaksi.
Apakah Indodax cocok untuk pemula?
Indodax bisa dipakai pemula, terutama melalui mode Lite mulai Rp10.000. Tetapi tampilan Pro dan web lebih cocok jika Anda sudah siap memahami order book, limit order, market order, dan biaya final.
Apakah aset di Pintu dan Indodax dijamin pemerintah?
Tidak. Aset kripto bukan simpanan bank dan tidak dijamin LPS. Exchange legal membantu dari sisi kepatuhan, tetapi harga aset tetap bisa turun dan akun tetap perlu diamankan dengan password kuat serta 2FA.
Yuk, berlangganan *Financer Stacks* panduan keuangan mingguan yang membantu Anda menguasai dasar-dasar keuangan, meningkatkan pendapatan tambahan, dan menciptakan kehidupan di mana uang bekerja untuk Anda. Gratis!