Anonim
Pakar keuangan · Financer


Mata uang kripto bukan cuma Bitcoin. Saat ini ada ribuan macam-macam crypto yang beredar di pasar, masing-masing dengan fungsi dan tujuan berbeda.
Sebagian dirancang sebagai alat pembayaran digital, sebagian lagi untuk menjalankan aplikasi terdesentralisasi, dan ada juga yang nilainya dipatok stabil terhadap mata uang fiat. Contoh uang kripto yang paling dikenal antara lain Bitcoin, Ethereum, dan Tether.
Kalau Anda baru mulai mengenal dunia kripto, memahami jenis-jenis cryptocurrency ini penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Artikel ini akan membahas kategori utama crypto beserta contoh dan cara kerjanya.
Mata uang kripto (cryptocurrency) adalah aset digital yang menggunakan teknologi kriptografi untuk mengamankan transaksi. Berbeda dengan uang konvensional yang dikelola bank sentral, kripto berjalan di jaringan blockchain yang terdesentralisasi.
Artinya, tidak ada satu pihak pun yang mengontrol peredarannya. Semua transaksi tercatat secara transparan di blockchain dan bisa diverifikasi oleh siapa saja.
Di Indonesia, kripto diakui sebagai komoditas yang bisa diperdagangkan. Sejak Januari 2025, pengawasan aset kripto resmi beralih dari Bappebti ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Artinya, regulasi kripto kini lebih terintegrasi dengan pengawasan sektor keuangan secara keseluruhan.
Perlu dicatat: kripto belum diizinkan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Anda boleh memperjualbelikan kripto sebagai aset investasi, tapi tidak bisa menggunakannya untuk membayar barang atau jasa.
Sebelum membahas jenis-jenis crypto, penting untuk memahami perbedaan dasar antara koin dan token.
Koin (Coin) adalah kripto yang memiliki blockchain sendiri. Bitcoin berjalan di blockchain Bitcoin, Ethereum di blockchain Ethereum, dan Solana di blockchain Solana. Koin biasanya berfungsi sebagai alat transaksi atau penyimpan nilai di ekosistemnya.
Token adalah kripto yang dibangun di atas blockchain milik koin lain. Misalnya, Uniswap (UNI) dan Shiba Inu (SHIB) sama-sama berjalan di atas blockchain Ethereum. Token tidak punya jaringan sendiri, tapi bisa memiliki berbagai fungsi sesuai proyek yang membuatnya.
Analogi sederhananya: koin itu seperti pemilik rumah, sedangkan token itu penyewa yang tinggal di rumah orang lain.
Payment coin adalah jenis mata uang kripto yang dirancang sebagai alat pembayaran digital. Tujuan utamanya menggantikan peran uang tunai dalam transaksi online.
Contoh utama:
Payment coin cocok untuk Anda yang ingin menggunakan kripto sebagai penyimpan nilai jangka panjang atau alat transfer uang.
Platform coin bukan sekadar alat pembayaran. Koin ini menjadi bahan bakar untuk menjalankan aplikasi terdesentralisasi (dApps), smart contract, dan ekosistem blockchain yang lebih luas.
Contoh utama:
Platform coin cenderung memiliki fundamental kuat karena nilainya terkait langsung dengan ekosistem yang dibangun di atasnya.
Banyak investor rugi karena biaya transaksi tersembunyi. Kami bantu bandingkan crypto exchange terbaik supaya mendapatkan keuntungan maksimal.
Bandingkan crypto exchange terbaik untuk AndaStablecoin adalah jenis crypto yang nilainya dipatok terhadap aset stabil, biasanya dolar AS. Satu USDT, misalnya, selalu bernilai sekitar 1 dolar AS.
Ada empat jenis stablecoin:
Stablecoin berguna untuk menyimpan nilai tanpa keluar dari ekosistem kripto, terutama saat pasar sedang volatil. Di Indonesia, ada juga Rupiah Token (IDRT) yang dipatok terhadap rupiah.
Utility token memberikan akses ke fitur atau layanan tertentu dalam sebuah platform blockchain. Nilainya tergantung pada seberapa berguna platform tersebut.
Contoh utama:
Utility token bisa sangat menguntungkan jika platform di baliknya terus berkembang. Tapi nilainya juga bisa turun drastis kalau platformnya kehilangan pengguna.
Meme coin adalah kripto yang lahir dari budaya internet dan media sosial. Awalnya dibuat sebagai lelucon, tapi beberapa meme coin sekarang punya komunitas besar dan kapitalisasi pasar miliaran dolar.
Contoh utama:
Meme coin terkenal dengan volatilitas ekstrem. Harganya bisa melonjak ratusan persen dalam hitungan jam, tapi juga bisa jatuh secepat itu. Investasi di meme coin sangat spekulatif dan sebaiknya hanya menggunakan uang yang siap Anda kehilangan.
Governance token memberikan hak suara kepada pemegangnya untuk ikut menentukan arah pengembangan sebuah protokol DeFi. Semakin banyak token yang Anda miliki, semakin besar pengaruh suara Anda.
Contoh utama:
Governance token menarik bagi investor yang ingin berpartisipasi aktif dalam ekosistem DeFi. Nilainya biasanya terkait dengan TVL (Total Value Locked) dari protokol yang bersangkutan.
Berikut perbandingan singkat keenam kategori utama crypto:
Tidak ada jawaban universal soal mata uang kripto yang bagus untuk investasi. Semua tergantung profil risiko dan tujuan Anda.
Untuk pemula: Mulai dari payment coin (Bitcoin) atau platform coin (Ethereum) yang sudah mapan. Keduanya punya likuiditas tinggi dan track record paling panjang di pasar.
Untuk diversifikasi: Tambahkan stablecoin sebagai "safe haven" saat pasar bergejolak. Simpan sebagian portofolio dalam USDT atau USDC untuk bisa beli saat harga turun.
Untuk pengguna aktif DeFi: Utility token dan governance token bisa memberikan keuntungan tambahan dari staking, lending, atau yield farming.
Yang harus dihindari pemula: Meme coin dan token dari proyek yang tidak jelas. Jangan tergiur oleh janji keuntungan cepat tanpa riset yang memadai.
Di Indonesia, pastikan Anda hanya menggunakan exchange kripto yang sudah terdaftar dan diawasi OJK. Periksa daftar resmi di situs OJK sebelum mendaftar.
Sejak 10 Januari 2025, pengawasan kripto di Indonesia resmi berpindah dari Bappebti (Kementerian Perdagangan) ke OJK berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Beberapa poin penting regulasi saat ini:
Perubahan ini memberikan perlindungan lebih baik bagi investor karena OJK punya pengalaman mengawasi sektor keuangan secara menyeluruh.
Jenis mata uang kripto yang paling populer meliputi Bitcoin (BTC) sebagai payment coin, Ethereum (ETH) sebagai platform coin, Tether (USDT) sebagai stablecoin, dan Binance Coin (BNB) sebagai utility token. Masing-masing memiliki fungsi dan karakteristik berbeda.
Koin (coin) memiliki blockchain sendiri, seperti Bitcoin dan Ethereum. Token dibangun di atas blockchain milik koin lain, misalnya Uniswap (UNI) dan Shiba Inu (SHIB) yang berjalan di blockchain Ethereum. Koin berfungsi utama sebagai alat transaksi, sedangkan token bisa memiliki berbagai fungsi sesuai proyeknya.
Ya, kripto legal di Indonesia sebagai aset investasi yang bisa diperdagangkan. Sejak Januari 2025, pengawasan kripto berada di bawah OJK. Namun, kripto belum diizinkan sebagai alat pembayaran. Pastikan Anda menggunakan exchange yang sudah masuk whitelist OJK.
Untuk pemula, disarankan mulai dari Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH) karena keduanya punya likuiditas tinggi dan track record paling panjang. Hindari meme coin dan token proyek baru yang belum terbukti. Tambahkan stablecoin seperti USDT untuk menjaga stabilitas portofolio.
Stablecoin adalah jenis crypto yang nilainya dipatok terhadap aset stabil, biasanya dolar AS. Contohnya USDT dan USDC. Stablecoin penting karena memberikan stabilitas nilai di tengah pasar kripto yang volatil, sehingga cocok untuk menyimpan profit atau sebagai jembatan antar transaksi.
Punya pertanyaan tentang topik ini? Tanyakan pada komunitas.
Email terkonfirmasi. Komentar Anda muncul setelah ditinjau.
Tautan sudah kedaluwarsa. Kirim komentar Anda lagi.
Anonim
Pakar keuangan · Financer
Bandingkan bursa kripto
mulai dari 0% biaya maker
12 opsi
8 menit bacaKripto
1 menit bacaKripto
13 menit bacaKripto
7 menit bacaKripto
9 menit bacaKripto
Yuk, berlangganan *Financer Stacks* panduan keuangan mingguan yang membantu Anda menguasai dasar-dasar keuangan, meningkatkan pendapatan tambahan, dan menciptakan kehidupan di mana uang bekerja untuk Anda. Gratis!