Anonim
Pakar keuangan · Financer
Saham syariah adalah saham perusahaan yang kegiatan usaha dan rasio keuangannya memenuhi prinsip syariah di pasar modal. Di Indonesia, acuannya bukan sekadar klaim dari aplikasi atau influencer, melainkan Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK serta indeks syariah yang dikelola Bursa Efek Indonesia.
Secara sederhana, apa itu saham syariah bisa dipahami seperti ini: Anda tetap membeli bagian kepemilikan perusahaan, tetapi perusahaan tersebut harus lolos penyaringan syariah. Bisnis utamanya tidak boleh bergerak di bidang yang dilarang, pendapatan non-halalnya dibatasi, dan struktur utangnya tidak boleh terlalu bergantung pada bunga.
Jadi, saham syariah bukan berarti harganya pasti naik atau risikonya lebih kecil. Status syariah menjawab pertanyaan apakah emiten dan mekanisme transaksinya memenuhi prinsip Islam. Untuk pertanyaan lebih dasar tentang halal atau haramnya saham, Anda bisa membaca pembahasan apakah saham haram terlebih dahulu.
Penyaringan saham syariah di Indonesia menilai dua hal besar: kegiatan usaha dan rasio keuangan. OJK menjelaskan bahwa emiten tidak boleh menjalankan kegiatan yang bertentangan dengan prinsip syariah, misalnya perjudian, jasa keuangan ribawi, jual beli risiko yang mengandung gharar atau maisir, serta produksi atau distribusi barang dan jasa yang haram.
Setelah bisnisnya lolos, rasio keuangan juga diperiksa. Berdasarkan kriteria DES OJK, total utang berbasis bunga dibandingkan total aset tidak boleh lebih dari 45%. Selain itu, total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan total pendapatan usaha dan pendapatan lain-lain tidak boleh lebih dari 10%.
Angka ini penting karena banyak perusahaan publik punya rekening bank, pinjaman, atau pendapatan lain-lain. Status syariah bukan berarti perusahaan steril dari setiap transaksi keuangan konvensional, tetapi batas non-halalnya harus berada dalam koridor yang ditetapkan regulator dan prinsip DSN-MUI.
Jika Anda mencari daftar saham syariah, mulai dari DES OJK. OJK menerbitkan Daftar Efek Syariah secara berkala, dan keputusan terbaru yang tersedia saat riset ini dilakukan adalah KEP-21/D.04/2026 tentang Daftar Efek Syariah, diumumkan pada 26 Mei 2026. Lampirannya berisi kode saham dan nama emiten yang masuk daftar resmi.
Di Bursa Efek Indonesia, investor juga bisa memakai indeks saham syariah sebagai peta awal. ISSI mencakup seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk DES. JII berisi 30 saham syariah yang lebih likuid dan berkapitalisasi besar. JII70 memperluas cakupan menjadi 70 saham syariah. Ada juga indeks tematik syariah lain, seperti IDX-MES BUMN 17 dan IDX Sharia Growth.
Perlu diingat, masuk indeks bukan berarti saham tersebut otomatis cocok untuk semua investor. Indeks hanya membantu penyaringan awal. Setelah itu, Anda tetap perlu mengecek kinerja bisnis, valuasi, likuiditas, pembagian dividen, dan risiko sektor.
| Acuan | Isi utama | Cara memakai |
|---|---|---|
DES OJK | Daftar resmi efek yang memenuhi prinsip syariah | Gunakan sebagai cek awal apakah sebuah saham masuk kategori syariah |
ISSI | Seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk DES | Cocok untuk melihat cakupan pasar saham syariah secara luas |
JII | 30 saham syariah yang diseleksi dari sisi likuiditas dan kapitalisasi | Cocok sebagai daftar pendek untuk investor yang ingin saham syariah besar dan aktif diperdagangkan |
JII70 | 70 saham syariah dengan kriteria likuiditas dan kapitalisasi | Cocok untuk pilihan yang lebih luas daripada JII |
Banyak pembaca mencari rekomendasi saham syariah hari ini. Namun, artikel edukasi seperti ini tidak seharusnya memberi sinyal beli atau jual harian. Harga saham berubah cepat, dan rekomendasi yang terlihat menarik pagi ini bisa menjadi tidak relevan sore nanti.
Pendekatan yang lebih aman adalah membuat daftar pantauan. Mulai dari DES OJK, lalu lihat saham yang juga masuk ISSI, JII, atau JII70. Setelah itu, saring lagi berdasarkan kondisi bisnis. Apakah pendapatan perusahaan tumbuh? Apakah labanya stabil? Apakah utangnya sehat? Apakah sahamnya likuid sehingga mudah dibeli dan dijual pada harga wajar?
Untuk pemula, saham syariah terbaik biasanya bukan yang paling ramai dibicarakan, melainkan yang paling mudah Anda pahami. Perusahaan dengan bisnis jelas, laporan keuangan sehat, likuiditas memadai, dan valuasi masuk akal lebih layak dipelajari daripada saham yang hanya naik karena rumor. Jika Anda masih belajar dasar investasi, mulai dari panduan cara investasi untuk pemula sebelum membuat daftar pantauan sendiri.
Hemat hingga jutaan rupiah dengan memilih broker saham terbaik di Financer. Nikmati masa pensiun dengan sejahtera
Bandingkan broker saham terbaik sekarangCara membeli saham syariah pada dasarnya sama seperti membeli saham biasa. Anda membutuhkan rekening efek di perusahaan sekuritas, Rekening Dana Nasabah, dan aplikasi trading yang terhubung ke Bursa Efek Indonesia. Bedanya, Anda perlu mengaktifkan filter syariah atau mengecek kode sahamnya di DES OJK sebelum membeli.
Beberapa aplikasi investasi di Indonesia menyediakan fitur pencarian saham syariah atau daftar saham yang masuk indeks syariah. Ajaib dan Stockbit, misalnya, dikenal sebagai aplikasi saham yang banyak dipakai investor ritel. Untuk produk syariah selain saham langsung, seperti reksadana syariah atau sukuk, platform seperti Bareksa juga sering dipakai pembaca Indonesia.
Yang paling penting bukan nama aplikasinya saja, tetapi legalitas sekuritas dan kesesuaian fitur dengan kebutuhan Anda. Jika tujuan Anda membandingkan tempat membeli saham, gunakan panduan broker saham agar bisa melihat biaya, fitur, kemudahan aplikasi, dan aspek keamanan.
Gunakan langkah ini sebagai alur dasar, bukan rekomendasi platform tertentu.
Pilih sekuritas legal
Pastikan perusahaan sekuritas memiliki izin dan diawasi OJK. Jangan membuka akun lewat tautan tidak jelas, grup chat, atau pihak yang menjanjikan profit tetap.
Buka rekening efek dan RDN
Siapkan KTP, NPWP jika ada, rekening bank, dan data pribadi. Setelah verifikasi, Anda akan mendapat akses aplikasi dan Rekening Dana Nasabah untuk transaksi.
Aktifkan filter syariah
Gunakan fitur filter saham syariah jika tersedia. Jika tidak ada, cek kode saham secara manual lewat DES OJK atau daftar indeks syariah BEI.
Analisis sebelum membeli
Baca laporan keuangan, pahami bisnisnya, cek harga, volume transaksi, dan risiko sektor. Jika Anda belum paham alur order beli, baca panduan cara investasi saham.
Beli bertahap dan evaluasi
Mulai dengan nominal yang nyaman. Simpan alasan membeli, lalu evaluasi berkala apakah alasan tersebut masih berlaku.
Saham syariah cocok untuk investor yang ingin memilih emiten sendiri dan siap menghadapi naik turunnya harga pasar. Potensi keuntungannya bisa berasal dari capital gain dan dividen, tetapi risikonya juga langsung Anda tanggung.
Reksadana syariah lebih praktis karena dana dikelola manajer investasi. Anda tidak perlu memilih saham satu per satu, tetapi tetap harus membaca prospektus, biaya, portofolio, dan rekam jejak pengelola. Sukuk berbeda lagi. Instrumen ini lebih mirip surat berharga syariah dengan imbal hasil tertentu sesuai struktur akadnya, sehingga profil risikonya biasanya lebih stabil daripada saham.
Pilihan terbaik bergantung pada waktu, pengetahuan, dan toleransi risiko. Jika Anda ingin belajar bisnis perusahaan dan siap memantau portofolio, saham syariah bisa masuk akal. Jika Anda ingin lebih sederhana, reksadana syariah atau sukuk bisa menjadi pintu masuk.
| Produk | Cocok untuk | Risiko utama |
|---|---|---|
Saham syariah | Investor yang ingin memilih emiten sendiri | Harga bisa turun tajam, salah memilih emiten, likuiditas rendah |
Reksadana syariah | Pemula yang ingin dikelola profesional | Kinerja manajer investasi, biaya, perubahan nilai aktiva bersih |
Sukuk | Investor yang mencari arus imbal hasil lebih terukur | Risiko pasar, likuiditas, dan perubahan harga jika dijual sebelum jatuh tempo |
Dari sisi pajak, saham syariah tetap mengikuti aturan pajak pasar modal Indonesia. Transaksi jual saham di bursa dikenakan pajak final atas nilai bruto transaksi, dan dividen memiliki ketentuan pajak tersendiri sesuai aturan yang berlaku. Biaya broker juga tetap ada, biasanya berupa fee beli dan fee jual.
Dari sisi zakat, praktiknya bisa berbeda tergantung niat dan jenis kepemilikan. Investor yang memegang saham sebagai investasi jangka panjang biasanya menghitung zakat berdasarkan nilai aset tertentu dan dividen yang diterima, sementara pedagang saham aktif bisa memiliki pendekatan perhitungan yang berbeda. Karena detail zakat dapat bergantung pada mazhab, kebijakan lembaga zakat, dan kondisi portofolio, sebaiknya konfirmasi ke amil zakat atau ustaz yang memahami pasar modal.
Yang sering dilupakan pemula adalah pencatatan. Simpan histori transaksi, dividen, biaya, dan posisi akhir tahun. Catatan ini membantu Anda mengevaluasi kinerja portofolio, menghitung pajak, dan menyiapkan perhitungan zakat dengan lebih rapi.
Saham syariah adalah saham emiten yang kegiatan usaha dan rasio keuangannya memenuhi prinsip syariah. Di Indonesia, daftar resminya bisa dicek melalui DES OJK dan indeks syariah BEI seperti ISSI, JII, dan JII70.
Gunakan Daftar Efek Syariah OJK sebagai rujukan utama. Anda juga bisa melihat saham yang masuk ISSI, JII, atau JII70 di situs Bursa Efek Indonesia. Pastikan memakai daftar terbaru karena konstituennya bisa berubah.
Status saham syariah menunjukkan emiten tersebut lolos kriteria syariah yang berlaku. Namun cara transaksinya tetap harus diperhatikan. Margin berbunga, short selling, manipulasi harga, dan spekulasi murni tetap bermasalah secara syariah.
ISSI mencakup seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk DES. JII berisi 30 saham syariah terpilih, sedangkan JII70 berisi 70 saham syariah terpilih dengan cakupan lebih luas.
Bisa, asalkan Anda memahami risikonya dan tidak membeli hanya karena label syariah. Mulai dari nominal kecil, pilih emiten yang bisnisnya mudah dipahami, dan gunakan dana yang tidak dibutuhkan untuk kebutuhan harian.
Ada kemungkinan kewajiban zakat jika nilai kepemilikan dan kondisi Anda memenuhi ketentuan zakat. Cara hitungnya bisa berbeda antara investasi jangka panjang dan aktivitas jual beli aktif, jadi sebaiknya konfirmasi ke lembaga zakat atau penasihat syariah.
Punya pertanyaan tentang topik ini? Tanyakan pada komunitas.
Email terkonfirmasi. Komentar Anda muncul setelah ditinjau.
Tautan sudah kedaluwarsa. Kirim komentar Anda lagi.
Anonim
Pakar keuangan · Financer
Bandingkan broker saham
mulai dari Rp 0 setoran min.
10 opsi
Pialang teregulasi dan tepercaya
Bandingkan brokerBandingkan broker saham
mulai dari Rp 0 setoran min.
10 opsi
6 menit bacaInvestasi
4 menit bacaInvestasi
9 menit bacaInvestasi
6 menit bacaInvestasi
6 menit bacaInvestasi
Yuk, berlangganan *Financer Stacks* panduan keuangan mingguan yang membantu Anda menguasai dasar-dasar keuangan, meningkatkan pendapatan tambahan, dan menciptakan kehidupan di mana uang bekerja untuk Anda. Gratis!